Translate

Kamis, 01 November 2012

Jam Karet



JAM KARET, sepertinya kata-kata ini sudah tak asing lagi ditelinga orang-orang Indonesia. yah ini adalah salah satu kebiasaan atau malah bisa dibilang BUDAYA yang sudah mendarah daging bagi orang Indonesia, meskipun tidak semua karena masih ada "sedikit" orang yang menerapkan ketepatan waktu, tapi HAMPIR SEMUA orang Indonesia belum menyadari arti pentingnya WAKTU.
sebenarnya entah dari mana asal mula kebiasaan ini bisa terbentuk, apakah nenek moyang kita yang mengajari? atau hal ini mengadaptasi dari bangsa lain? tak tau pencetus, kapan dan dimana budaya ini berasal tapi sekarang sudah menjadi kebiasaan ya ng turun temurun.

permasalahan ini sebenarnya berasal dari pengalaman pribadi saya yang sering saya alami dilingkungan sekitar saya. dan hari ini, saya mengalami hal yang serupa, membuat saya tak tahan untuk mengangkat PERMASALAHAN yang begitu BIASA untuk diungkapkan.
hari ini saya memiliki janji dengan teman saya untuk berdiskusi mengenai bahan presentasi kami di kampus, pagi-pagi saya menyiapkan bahan dan mengirimkan sms pada teman saya untuk bertemu jam 11 siang karena saya masih memiliki urusan lain. tapi teman saya bilang dia bisa bertemu jam 9 pagi, karena presentasi akan diadakan jam 1 siang maka saya pikir berdiskusi yang lebih lama akan lebih baik sehingga saya menyetujui usulnya. tepat jam 9, saya sudah ada dikampus dengan membawa bahan-bahan untuk presentasi. detik demi detik, menit demi menit, bahkan JAM demi JAM hingga pukul 10 lewat 47 menit, saya menunggu teman saya tak kunjung tiba. telp? hal itu sudah saya lakukan puluhan kali. apa jawabnya? TAK ADA JAWABAN, ia bahkan tidak mengangkatnya. hei saya mengorbankan pekerjaan dan bahkan sarapan saya untuk hal ini. tapi kamu? hati saya benar-benar kesal, sebenarnya apa kemauan orang ini? HEI kawan, waktu saya ini begitu penting. kenapa dia dengan mudahnya mengingkari janji? kalau otak saya masih beres dan saya tak salah ingat, sepertinya dia yang mengajak bertemu jam 9.
ketika dia tiba dikampus, hati saya begitu kesal hingga saya tak mau menatapnya. alasan dia begitu klise, "aku ngeprint dulu tadi". hemmmb okelah, kali ini saya maafkan karena dia adalah teman saya dan kami tak punya banyak waktu untuk berdebat lagi karena waktu presentasi yang semakin dekat.

dari permasalahan saya diatas, terkuaklah bagaimana PARAHnya budaya JAM KARET ini karena hal ini bukanlah hal yang pertama bagi saya. sejak SMP, saya sering sekali menunggu jemputan abudemen cukup lama dan hal ini ternyata berlaku juga bagi semua KENDARAAN UMUM di Indonesia. lebih parahnya lagi, GURU-GURU juga banyak sekali yang sering terlambat. ckckckckck, apakah mereka tak malu? masa anak yang masih ingusan lebih tepat waktu dibandingkan orang dewasa yang katanya SUDAH BANYAK MAKAN ASAM GARAM??? apakah ini adalah contoh yang baik? jika ditengok runtutan kelakuan yang katanya ORANG DEWASA itu, patutlah kalau budaya ini menjadi ciri khas yang turun temurun. Lah yang seharusnya menjadi contoh dan panutan aja seperti itu? jika seperti ini terus, kapan negara ini bisa maju? coba tengok negara-negara seperti JEPANG. mereka bukan hanya bisa menyebut diluar kepala bahwa "time is money", tapi mereka benar-benar bisa menerapkannya. ayolah orang-orang Indonesia, disiplinkanlah diri mu maka negara mu secara perlahan akan maju, bukannya bertambah mundur. ckckckck

Tidak ada komentar:

Posting Komentar